Sunday, May 19, 2013

Video Membongkar Kebohongan Buku "Mantan Kyai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik"

Video ini berisi tentang acara Bedah Buku karya Seorang Wahabi yang mengaku-ngaku Kyai NU yaitu MAHRUS ALI. Mahrus Ali mengarang buku yang berjudul "Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik", dan buku tersebut telah dibantah oleh NU. Silahkan simak video ini:
Bagian 1

Bagian 2

Judul: Video Membongkar Kebohongan Buku "Mantan Kyai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik"
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh Admin
Anda sedang membaca artikel Video Membongkar Kebohongan Buku "Mantan Kyai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik". Jika ingin mengutip, harap memberikan link aktif dofollow ke URL http://mantankiainu.blogspot.com/2013/05/video-membongkar-kebohongan-buku-mantan.html. Terima kasih sudah singgah di blog ini.
Judul: Video Membongkar Kebohongan Buku "Mantan Kyai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik"; Ditulis oleh Admin; Rating Blog: 5 dari 5

7 comments:

  1. Semoga Mbah Mahrus ali segera diberi kesadaran yg baik, tidak berbuat yg neko2 lagi..Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perseteruan antara yang Benar dan yang Sesat, belumlah berakhir! Setelah Tim LBM NU Cabang Jember, menanggapi buku “MANTAN KIAI NU MENGGUGAT SHOLAWAT & DZIKIR SYIRIK” ( H. Mahrus Ali)”, dengan menghadirkan hadits-hadits shohih. Karena ditulis begitu. Apalagi ketua penulisnya seorang Kiai, punya gelar lagi – ahli hadits – KH. Abdullah Syamsul Arifin, MHI. Siapapun orangnya yang membaca buku bantahan itu, saya yakin banyak orang percaya kebenaran hadits-haditsnya.

      Begitu hadir buku, “BONGKAR KESESATAN DEBAT TERBUKA KYAI NU DI IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA’, 'SESAT TANPA SADAR’ & ’MEMBONGKAR KESESATAN KYAI-KYAI PEMBELA BID’AH HASANAH”, KH. Mahrus Ali membongkar kebohongan demi kebohongan serta kesesatan Kyai LBM NU Cabang Jember tersebut !! Kini muncul buku kedua yang beredar belakangan ini, dan kalau kita perhatikan di bagian atas sampul depannya maka akan terpampang dua nama orang besar, yaitu bapak Prof. Dr. KH. Malik Madani (Katib Aam Pengurus Besar NU) dan Habib Zain Bin Hasan Baharun (Pengasuh PP Darullughah Wadda’wah Raci Bangil Pasuruan Jatim). MasyaAllah, dua nama tokoh yang cukup terkenal dan berkedudukan pula.

      Namun apakah sudah menjamin bahwa buku,”Kiai NU atau Wahabi YANG SESAT TANPA SADAR?” Jawaban Terhadap buku-buku Mantan Kiai NU, yang diberi pengantar oleh tokoh-tokoh besar ini isinya bagus, benar dan bermutu?! Mohon para pembaca sabar sebentar, insyaAllah akan kita buktikan bersama. Dan sebentar lagi kita akan mengetahui jawabannya ! Siapakah Yang Benar-benar SESAT TANPA SADAR ?!

      Selamat Membaca.


      Delete
  2. kalau memang ustazd makrus ali berlandaskan dalil yg lebih sohih mengapa kita tdk mendukung??????

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya itu ahli bid'ah ! padahal sad merupakan keistimewaan kalangan ahlussunnah yang tidak dimiliki oleh kalangan ahli bid’ah, karena, Periwayatan orang-orang yang terpercaya hingga sampai ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kekhususan yang diberikan Allah kepada umat Islam yang ittiba’ atau orang-orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar sampai hari kiamat. Adapun riwayat mursal atau mu’dhal (macam-macam riwayat yang terputus jalur periwayatannya yaitu hadits lemah dan palsu), maka hal ini banyak terdapat di kalangan ahli bid’ah. Intinya, adalah Kyai ahli bid’ah itu berbahaya bagi umat Islam.

      Delete
  3. orang islam tidak boleh hanya taklid buta, orang islam wajib hukumnya tolabul ' ilmi tentang Alquran dan al hadist sebagai penuntun hidupnya.

    ReplyDelete
  4. Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah dengan ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang bodoh─alhamdulillah, setelah Mantan Kiai NU telah mematahkan semua hujjah Tim LBM NU— Jember yang bagaikan sarang laba-laba─Sebagaimana tak samar lagi bagi setiap orang yang mempunyai bashirah (ilmu), yang telah membaca buku, “Kiai NU atau Wahabi Yang Sesat" ? maka ia akan menemukan beberapa kerapuhan pendalilan dari sudut metodologi, tanpa seleksi, dan memuat apa saja hadits palsu dan lemah. Sehing tidak sepantasnya bersandar kepada buku semacam ini dan buku serupa lainnya. Ini penting, sebab tidak semua orang mau mencari kebenaran dari sudut memahami pembahasan secara menyeluruh—Beda dengan rujukan buku-buku Laa Tasyuk! Press yang dibangun atas dalil yang shahih sesuai pemahaman salafus sholih, yang mengikuti jejak langkah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang ditempuh para shahabat yang mulia, sehingga benar-benar Ilmiah dan masuk diakal. Hal inilah yang membuat pembacanya semakin mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah sesuai dengan akal dan hati nuraninya—Tak berlebihan jika buku-buku Mantan Kiai NU mendapat sorotan luas tak hanya public Indonesia namun juga luar Negeri. Selain dibaca masyarakat umum, buku-buku tersebut juga dibaca kalangan NU! Sampai saat ini !! Sehingga sekarang ini sudah mulai banyak orang-orang NU hijrah ke Aqidah yang benar, dan mereka juga sudah meninggalkan sunah-sunah bikinan ulama-ulama Ahli Bid’ah —KH. Idrus Ramli cs pun “merah” telinganya bahkan merasa keberatan dan tidak terima dengan terbitnya buku-buku Laa Tasyuk ! Press, karena dianggap mengkafir-kafirkan dan menyesat-nyesatkan serta berbuat ini dan itu—ini disebabkan tidak lain hanyalah kedustaan dan rekaan. Hal itu dilakukan adalah untuk melarikan saudara- saudara pemula dan para pemuda dari dakwah yang benar. Semoga jilid kedua ini akan semakin membuka cakrawala pembaca tentang sosok orang-orang jahil dan pendusta Agama.




    ReplyDelete