Wednesday, July 25, 2012

Siapakah Mahrus Ali yang Mengaku Mantan NU?

Mahrus Ali merupakan pengarang buku-buku yang menyudutkan NU. Beredarnya buku-buku tulisan H. Mahrus Ali di berbagai tempat di wilayah Indonesia benar-benar sangat meresahkan ummat Islam. Otomatis itu menjadikan fitnah besar bagi kaum Nahdhiyyin dan bisa mengancam persatuan dan kesatuan ummat Islam di Indonesia, bahkan bisa mengancam eksistensi Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menganut ideologi Pancasila dan berazaskan Undang-undang Dasar 1945.

Dalam buku-bukunya, dia selalu menyebut dirinya sebagai Mantan Kiai NU. Namun dia sebenarnya bukan mantan kiai NU, apalagi pernah menjadi anggota atau menjabat di NU, tidak!. Dia itu orang kampung biasa yang keadaan hidupnya sangat sederhana sekali dan tidak punya power sedikitpun di masyarakatnya. Olehkarena itu, penerbit “Laa Tasyuk” memanfa’atkan dia untuk dijadikan sebagai tumbal politik ekonominya.
Mahrus Ali saat ini berkediaman di Tambakwaru Sidoarjo – Jawa Timur. Dia juga suka nongkrong di warung kopi di depan balai desa di dekat rumahnya di desa Tambak Sumur RT 01 / RW 01 Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Itupun beraninya kalau keadaannya sedang sepi. Hidupnya pun semakin susah saja bahkan sudah terasing dari masyarakatnya. Dia itu ibarat cacing tanah kepanasan yang menjadi cemoohan masyarakat sampai ke anak-anak kecil. Itulah adzab Allah swt yang selalu menimpa dia dikarenakan atas perbuatannya sendiri. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita !!.

Adapun mengenai tulisan-tulisan H Mahrus Ali di setiap buku karangannya, semuanya itu berisikan pengkajian dan pembahasan yang tidak ilmiah dan mengandung ketidakbenaran, karena tidak disertai dengan dalil-dalil yang kuat dan penjelasan-penjelasan yang ilmiah secara keilmuan. Hanya saja dalil-dalil yang diambil olehnya baik dari Al-Qur’an maupun Hadits Nabi hanyalah merupakan hasil terjemahan secara tekstual atau letterleg saja sehingga sama sekali tidak mengenai sasaran yang tepat.

Selain itu, dia menganggap bahwa ilmu hisab itu bid’ah dholalah dan yang paling benar hanyalah ilmu rukyat semata dalam penentuan awal bulan Qamariyah seperti awal Ramadhan, Syawal dan Dzul-Hijjah. Akan tetapi ketika diwawancarai KH. Thobary dan ditanya: “Ngomong-ngomong ! Apakah bapak bisa tidak ilmu hisab?.”

Jawab Mahrus Ali: “Saya tidak bisa sama sekali ilmu hisab.“

“Mengapa bapak menulis ilmu hisab di buku karangan bapak yang berjudul “Amaliyah Sesat Di Bulan Ramadhan?. ” tanya KH. Thobary lagi. “Bahkan bapak mencela NU dan Muhammdiyah serta Kementrian Agama Republik Indonesia. “

Jawab Mahrus Ali: “Oh itu saya ambil dari internet saja. “
Walhasil H Mahrus Ali itu tidak faham sama sekali tentang ilmu hisab dan rukyat. Ternyata tulisan dia tentang hisab itu hanyalah merupakan copy paste dari internet alias googling saja.

Dengan demikian, pemahaman keilmuan H. Mahrus Ali benar-benar sangat diragukan tentang kebenarannya karena tidak sesuai denagn fakta-fakta keilmuan yang berlaku di dalam ajaran agama Islam. Itulah ajaran Wahhabi yang dianut oleh H. Mahrus Ali untuk menyesatkan ummat Islam di Indonesia. Memang Mahrus Ali itu otaknya sudah dicuci oleh Wahhabi ketika dia belajar dahulu di Saudi Arabia selama 8 tahun.
Judul: Siapakah Mahrus Ali yang Mengaku Mantan NU?
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh Admin
Anda sedang membaca artikel Siapakah Mahrus Ali yang Mengaku Mantan NU?. Jika ingin mengutip, harap memberikan link aktif dofollow ke URL http://mantankiainu.blogspot.com/2012/07/siapakah-mahrus-ali-yang-mengaku-mantan.html. Terima kasih sudah singgah di blog ini.
Judul: Siapakah Mahrus Ali yang Mengaku Mantan NU?; Ditulis oleh Admin; Rating Blog: 5 dari 5

17 comments:

  1. sialaaan.....kok brani2nya nyudutin abah anom.?????
    kualat lho kyai rus.
    ndakik-ndakik ndalilnya,....teryata COPY PASTEEEEEE!
    tak kirain orangnya joooooos beneran

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan mudah percaya sama berita ini belum tentu benar pengelola blog ini belum tentu lebih baik dari H.Mahrus ali,karena dia juga mencela wahabi berarti sama saja,sama2 mencela dalam islam mencela sesama muslim adalah perbuatan fasik dan membunuhnya termasuk kekufuran ,lalu apa bedanya?sok pintar dan benar sendiri padahal kebenaran hanya milik Allah sebaiknya jangan merasa anda sudah mencapai puncak kebenaran sehingga kerjaan cuma mencari kesalahan orang lain.karena hanya Allah yg tau diantara sampean siapa yang benar dan siapa yg sesat daripada saling menyerang lalu siapa yang menang ? sama2 muslim tapi saling menyalahkan mana persaudaraannya dan mana kesabarannya yg ditonjolkan nafsunya ya ga klo g syukurlah saudaraku

      Delete
  2. Alah..tdk perlu lg ngelak
    Semua orang da tau tuh kalau ali mahkrus Adalah ulama islam dan keturunan arab
    Islam selalu tdk senang kalau islam murtad orang murtad di bunuh dan tidak terima keadaan
    Coba kristen masuk islam islam sibuk buat berita dan membangga banggakan agamana
    Apa mungkin ali makhrus masuk islam Itu bohong lagian mana terima lag islami makhrus masuk islamLagi jgn mimp. mahrus rela mati di kayu salip hahahahah.
    Dari pada dia masuk teroooris!!!
    Hahahaha hahahahaha hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda lucu ya..... terlihat betul kebodohannya

      Delete
  3. Orang pintar minum tolak angin
    Hanya orang pintar dan berpendidikan yang mngerti agama yang benar contoh islam masuk kristen semuanya frofesor,ulama,ustad,kyai,
    Orang bodoh yang tidak berpendidikan tidak memahami kebenaran
    Hanya orang pintar yang memahami baik buruknya suatu ajaran itu dan mana yang sesat hahaha hahahah hahahaha hahahahaa hahahaha hahahahah hihihih hihihi higihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. tertawamu seperti hantuuuuuuuuuuuuuuuuu

      Delete
  4. Awalnya saya ngga tahu siapa Mahrus 'Ali yang namanya dicatut paijo yang satu ini sebagai mantan kiai NU. Ternyata Mahrus 'Aly yang asli adalah sesepuh Pondok Lirboyo yang menulis "Syarâh Al-Jawsyan oleh Syeikh Mahrus ‘Aly" (1907-1985) (berarti Beliau telah wafat), terbitan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, cetakan 1423H/2002M. Mudah2an Allah memberi hidayah pada orang yang ga jelas juntrungannya ini.

    ReplyDelete
  5. aq mau baca dulu. kalu benar ya ikut. kalu tidak ya sudah

    ReplyDelete
  6. sudahlah tidak perlu tarik urat, Iman kita sampai terkontaminasi, jika kita mau lurus marilah kembali kepada Allah, karena yang membuat kita masuk syurga kelak dan disenangi Allah bukan organisasi apa dan manapun hanyalah yang beriman dan bertaqwa, itulah yang dapat menolong kita, sayapun sedang berusaha menjadi orang benar dimata Allah, dengan cara bagaimana menerapkan Iman dan amal shaleh berjalan seiring-seirama dibawah bimbingan Nafsul Muthmainnah, yang kelak dipanggil Allah dengan sebutan itu surat AlFajr 27-30, hingga Allah meridhoinya. memang belajar menjadi orang benar disisi Allah tidak mudah, jika tidak ada kesungguhan seluruh hidup kita ini berteransaksi yang menguntungkan untuk akhirat semata terhindar dari azab neraka, terkecuali hanyalah beriman kepada Allah dan rasulnya dan kesungguhan berjuang dijalan Allah dengan harta dan jiwa kita, jika tidak jangan berharap akan selamat dari api neraka, saya menyadari banyak bersilat lidah dan adu argumentasi ilmu yang didapat hanya sedikit, sedangkan emosinya lebih besar, dan tak ada kesadaran yang mapan kecuali masing-masing berintrospeksi diri..... sadarilah, sebentar, esok ntah kapan kita segera dipanggil Allah, pasti jika masih sakit hati pasti masuk neraka (AlFalaq ayat 5)

    ReplyDelete
  7. suatu dalil yang syah diikuti adalah hanya Aqur'an dan Assunnah, kalau Pak Ali makrus berpedoman pada keduanya ya dia yg benar...!!!! justru yang mencela itu yg salah

    ReplyDelete
  8. bingung baca artikel ini, bilang "pemahaman keilmuan H. Mahrus Ali benar-benar sangat diragukan" tapi diakhir berita diinformasikan belajar di madinah 8 tahun.

    saya lebih percaya orang yg belajar agama islam 8 tahun di madinah, ketimbang yang cuma cela sana sini diinternet tanpa kejelesan belajar islam dimana

    ReplyDelete
  9. yg berkomentar pake quran hadis ciri2 wahabi. sedikit2 bid'ah, kafir,. HAHA...kafire dewek ora digateke..

    ReplyDelete
    Replies
    1. akhi, anda menuding wahabi-wahabi, mereka hanya menjelaskan yg haq, sesuai bimbingan nabi dalam agama ini, bukN sesuai dengan budaya dan tradisi masyarakat.

      Delete
    2. yg ngimongnya paki Akhi-Akhi apa aki-aki ya...? dan Antum-antum apa atum-atum ya..?
      saya selidiki lebih banyak membela si Ali, apa temanya wahabi apa memang wahabi...??

      Delete
  10. http://info-dakwah.blogspot.co.id/2011/04/kh-mahrus-ali-mantan-kyai-nu-yang.html?m=1

    ReplyDelete
  11. http://info-dakwah.blogspot.co.id/2011/04/kh-mahrus-ali-mantan-kyai-nu-yang.html?m=1

    Biografi KH mahrus ali

    ReplyDelete